Jurnal

Uji Respons Dilatasi Aorta Tikus Wistar Terhadap Pemberian Ekstrak Etanol Daun Sembung (Blumea balsamifera [L.] DC.) secara In Vitro
Alif Via Saltika Putri, Khemasili Kosala, Yuniati

Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman


Uji Respons Dilatasi Aorta Tikus Wistar Terhadap Pemberian

Ekstrak Etanol Daun Sembung (Blumea balsamifera [L.] DC.)

secara In Vitro

 

Dilatation Response Test on Wistar’s Aorta Towards In Vitro Administration of Ethanol Extract of Sambong (Blumea balsamifera [L.] DC.) Leaves

 

Alif Via Saltika Putri1, Khemasili Kosala2, dan Yuniati3

 

1Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman

2Laboratorium Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman

3Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman

Korespondensi: alifvialif@yahoo.co.id

 

 

ABSTRAK

 

Daun Sembung (Blumea balsamifera [L.] DC.) dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat Indonesia sebagai penurun tekanan darah tinggi. Efeknya terhadap respons pembuluh darah belum diketahui. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek ekstrak etanol daun Blumea balsamifera (L.) DC. terhadap respons aorta tikus Wistar. Penelitian menggunakan metode isolated organ pada aorta dengan rancangan Post Test Only with Control Group Design. Terdapat dua kelompok perlakuan yakni kelompok ekstrak dan kelompok kontrol. Masing-masing kelompok diberikan 3 perlakuan dengan pemberian 3 dosis kumulatif yang berbeda. Pengulangan dilakukan pada masing-masing kelompok sebanyak 3 kali. Respons dilatasi dianalisis dengan uji Shapiro-Wilk test, uji ANOVA, dan uji posthoc Holm-Sidak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Blumea balsamifera (L.) DC. menurunkan tonus aorta pada konsentrasi 0,08 mg/mL; 0,16 mg/mL; dan 0,32 mg/mL dengan nilai persentase rata-rata respons dilatasi aorta secara berurutan adalah 2,89%; 3,63%; dan 4,13%. Sedangkan pada pemberian kontrol berupa larutan DMSO 10 % – etanol 10 % tidak memperlihatkan penurunan tonus aorta dengan nilai persentase rata-rata respons aorta pada ketiga dosis adalah -0,41%; -1,17%; dan -2,17%. Uji ANOVA memperlihatkan nilai yang bermakna (p < 0,05) pada penurunan tonus aorta pada semua dosis, yakni pada konsentrasi 0,08 mg/mL (p = 0,026), konsentrasi 0,16 mg/mL (p = 0,002), dan konsentrasi 0,32 mg/mL (p < 0,001). Pemberian ekstrak etanol daun Blumea balsamifera (L.) DC. menimbulkan respons dilatasi pada aorta tikus Wistar.

Kata Kunci: Blumea balsamifera (L.) DC., respons dilatasi, aorta.

Publikasi : Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman(2014)(11)

Kontak : alifvialif@yahoo.co.id

Naskah Lengkap : Lisensi Terbuka (Format PDF)
Diakses : 563 Kali