Konferensi Pemanfaatan Genetika Molekuler untuk Deteksi Dini Penyakit dalam Rangkaian Acara APCMM 2026 Hari ke-3 dan 4
Samarinda, 29 Juli 2026 — Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman kembali menggelar rangkaian The 4th Asia Pacific Conference on Molecular Medicine (APCMM) 2026 yang telah memasuki hari ke-3 dan ke-4. Konferensi ini dilaksanakan di Hotel Mercure Samarinda dengan menghadirkan akademisi, peneliti, klinisi, dan praktisi kesehatan dari berbagai negara untuk berbagi perkembangan terbaru di bidang kedokteran molekuler.
Pada hari ketiga, peserta mengikuti sejumlah sesi ilmiah yang membahas genetics and epigenetics aspects of diseases, regenerative medicine and non-communicable diseases, serta infectious diseases. Materi yang dipresentasikan mencakup evolusi gen tumor, mekanisme imun pada kanker, penyakit metabolik, hingga perkembangan vaksin dan penyakit infeksi. Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang aktif mengajukan pertanyaan kepada para narasumber.
Sementara itu, konferensi hari keempat menghadirkan pembahasan mengenai complementary and alternative medicines serta emerging disciplines of biomedical research. Berbagai penelitian dipresentasikan, mulai dari potensi tanaman obat Indonesia, pemanfaatan senyawa bioaktif dari keanekaragaman hayati Kalimantan Timur, hingga penelitian mengenai respons imun, penyakit inflamasi, dan terapi berbasis molekuler. Agenda kemudian dilanjutkan dengan oral presentation berbasis poster yang memberikan kesempatan bagi para peneliti untuk mempresentasikan hasil riset mereka secara langsung serta berdiskusi dengan peserta dari berbagai institusi.
Dr. dr. Rahmat Bakhtiar, MPPM, sebagai ketua penyelenggara, menyampaikan bahwa konferensi pada hari ke-3 dan ke-4 ini mengangkat tema terkait pemanfaatan molekuler genetik dalam memahami berbagai penyakit secara dini. Menurutnya, perkembangan teknologi ini memiliki peran penting dalam mendukung dunia medis, baik dalam penelitian para klinisi maupun dalam upaya pencegahan.
Melalui pendekatan tersebut, identifikasi karakteristik genetik suatu penyakit dapat dilakukan secara lebih akurat sehingga mampu membantu tenaga kesehatan dalam menentukan diagnosis yang lebih akurat dan tepat. Teknologi ini juga membuka peluang dalam pengembangan terapi yang lebih spesifik sekaligus memperkuat upaya pencegahan melalui deteksi dini terhadap berbagai penyakit.
Berdasarkan rangkaian kegiatan yang berlangsung, suasana konferensi tampak aktif dan kolaboratif. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi, berdiskusi dengan narasumber, serta bertukar gagasan mengenai inovasi terbaru di bidang kedokteran molekuler. Interaksi tersebut mencerminkan semangat kolaborasi internasional dalam menghasilkan solusi ilmiah yang mampu menjawab tantangan kesehatan global.
Melalui penyelenggaraan APCMM 2026, Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan riset kesehatan bertaraf internasional. Diharapkan, konferensi ini tidak hanya memperluas jejaring kolaborasi antarpeneliti, tetapi juga menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan dalam praktik klinis, khususnya untuk meningkatkan deteksi dini, pencegahan, dan penanganan penyakit berbasis molekuler di masa mendatang.