Jurnal

Profil Pasien Karsinoma Hepatoseluler yang Menjalani FNAB Berdasarkan Usia, Jenis Kelamin, Riwayat Hepatitis B, HBsAg, Stadium Kanker, dan AFP di Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Periode 2011-2013
Abdul Rahim, Hadi Irawiraman, Eva Rachmi

Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman


Latar Belakang : Karsinoma hepatoseluler merupakan kanker penyebab kematian terbanyak dari seluruh kanker pada sistim saluran cerna. Kanker ini sebagian besar ditemukan pada usia lanjut. Terdapat perbedaan dari peringkat jenis kelamin pada karsinoma hepatoseluler di dunia dengan di Indonesia, minimnya tanda dan gejala awal yang dimiliki membuat pasien terdiagnosa pada stadium lanjut. Hepatitis B adalah faktor risiko terbesar untuk karsinoma hepatoseluler. FNAB dan tumor marker AFP merupakan diagnosis penunjang utama karsinoma hepatoseluler. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seperti apakah profil usia, jenis kelamin, riwayat hepatitis B, stadium kanker dan AFP pada penderita karsinoma hepatoseluler di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Periode 2011-2013.

Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Sampel adalah pasien karsinoma hepatoseluler yang menjalani FNAB di Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Periode 2011-2013.

Hasil : Dari 110 pasien karsinoma hepatoseluler, sebanyak 103 pasien yang melakukan FNAB. Sebanyak 75 orang yang tertera pada rekam medik melakukan pemeriksaan HBsAg, 53 orang yang melakukan pemeriksaan AFP, dan sebanyak 60 orang yang berhasil di tentukan stadium kankernya. Usia 41-55 tahun adalah usia terbanyak pasien karsinoma hepatoseluler. 76,6% pasien karsinoma hepatoseluler adalah laki-laki dan 23,4% adalah perempuan. Laki-laki banyak terdiagnosis karsinoma hepatoseluler pada rentang usia 46-50 tahun sedangkan perempuan pada rentang usia 51-55 tahun. Sebanyak 56% pasien memiliki HBsAg positif, sebanyak 61,6% pasien terdiagnosis pada stadium 3, dan 69,8% dari pasien karsinoma hepatoseluler memiliki kadar AFP yang meningkat.

Kesimpulan : Usia lanjut diatas 40 tahun merupakan usia terbanyak penderita karsinoma hepatoseluler. Jenis kelamin terbanyak penderita hepatoseluler adalah laki-laki. Usia perempuan terdiagnosis karsinoma hepatoseluler lebih tua dari laki-laki. Faktor risiko terbanyak karsinoma hepatoseluler adalah Hepatitis B. Sebagian besar pasien karsinoma hepatoseluler terdiagnosis pada stadium lanjut dan memiliki kadar AFP diatas normal.

Kata kunci : Karsinoma hepatoseluler, HBsAg, stadium kanker, AFP

Publikasi : Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman(2014)(11)

Kontak : rahimabdul7@yahoo.co.id

Naskah Lengkap : Lisensi Terbuka (Format PDF)
Diakses : 560 Kali